Cara Agar Press Release Yang Kamu Buat Dapat Tepat Sasaran

Press release bisa dikategorikan sebagai berita karena mengandung informasi. Praktisi humas pada sebuah perusahaan biasanya membuat press release untuk memberikan informasi kepada masyarakat, tetapi melalui media massa. Meskipun digolongkan sebagai berita, press release memiliki tujuan tertentu. Sebut saja untuk memberikan informasi terbaru tentang produk, promosi, keputusan atau kebijakan dalam perusahaan tersebut dan bahkan bertujuan untuk membentuk citra perusahaan atau lembaga.

Untuk menyampaikan tujuan tersebut, press release kemudian dirasa paling cocok digunakan alat paling umum yang digunakan antara media dan sumber berita. Press release banyak digunakan karena dapat membangun persepsi dan reputasi yang diinginkan kepada masyarakat sebagai audience. Tetapi sebenarnya press release tidak selalu berbentuk berita, lho! Press release bisa saja berbentuk peringatan media maupun pernyataan pers.

Sebelum membuat press release, ada baiknya kamu memperhatikan hal-hal berikut ini agar press release yang kamu buat dapat tepat sasaran dan informasinya dapat tersampaikan dengan baik.

Mengidentifikasi Sasaran dan Media

Sebelum kamu membuat press release, kamu harus menentukan terlebih dahulu target yang akan kamu berikan informasi. Kepada siapa press release tersebut akan tersampaikan. Selain itu identifikasi juga media mana yang akan kamu pilih untuk kamu kirimkan press release tersebut. Dengan demikian, tujuan pembuatan press release akan lebih mudah tercapai.

Menentukan Isi Dari Press Release

Isi dari press release bisa dikatakan sebagai jantung. Semua informasi yang akan kamu sampaikan harus singkat dan padat tetapi cukup jelas untuk dapat dipahami. Isi dari press release harus mengandung informasi berupa 5W1H, yang mana harus menjelaskan apa peristiwa yang terjadi dalam press release tersebut, siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut, kapan peristiwa tersebut, mengapa peristiwa tersebut terjadi, dimana peristiwa tersebut terjadi dan bagaimana peristiwa tersebut terjadi. Hindari kalimat atau paragraf yang bertele-tele dan mengandung kalimat kosong. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam penyampaian juga harus sesuai EYD.

Memperhatikan Format Press Release

Umumnya penulisan press release menggunakan format piramida terbalik dimana semua inti dan unsur berita diletakkan paling awal sebagai head news dan kemudian disusul dengan berita-berita atau informasi penunjang lainnya. Hal ini penting dilakukan agar jika pihak redaksi menilai press release yang dibuat terlalu panjang, pihak redaksi dapat memotongnya tanpa menghilangnya intisari informasi.

Mengirimkan Press Release

Setelah kamu selesai membuat press release dan telah melalukan pengecekan kembali dan mendapatkan konfirmasi dari atasan atau pihak terkait, kamu bisa langsung mengirimkan press release tersebut kepada pihak media. Dan pastikan kamu mengirimkannya sebelum deadline dan kamu harus memastikan bahwa press release telah diterima oleh media yang bersangkutan.

Demikian beberapa cara yang bisa coba kamu terapkan agar press release yang kamu buat dapat sampai kepada orang yang kamu inginkan. Kamu juga dapat mencoba beberapa tools aplikasi berbasis web. Semoga bermanafaat!