5 Trik Desain Rumah Dengan Sirkulasi Udara Yang Baik

5 Trik Desain Rumah Dengan Sirkulasi Udara Yang Baik

Salah satu faktor yang membuat rumah nyaman adalah memiliki sirkulasi udara yang baik. Untuk itu, Anda harus memiliki desain rumah dengan sirkulasi udara yang baik.

Namun, bagaimana cara membuatnya? Desain rumah dengan sirkulasi udara yang baik bisa dimiliki lewat cara berikut:

  • Menggunakan Jasa Desainer Rumah Profesional

Jika Anda ingin mendapatkan harga terbaik, maka Anda tentu perlu menggunakan jasa desain rumah murah yang profesional.

Murah dalam hal ini sebanding dengan pelayanan yang diberikan ke Anda ya. Jika hanya sekedar murah, Anda bisa mendapatkan hasil yang kurang maksimal. Bahkan hasilnya bisa jauh dari draft desain yang ditunjukkan.

  • Pilih Ventilasi yang Sesuai dengan Rumah

Agar Anda mendapatkan desain rumah yang menarik, maka Anda harus menyesuaikan antara satu ventilasi dengan unit.

Semakin besar rumah, maka Anda perlu ventilasi yang semakin besar atau semakin banyak. Tujuannya agar sirkulasi udara di dalam rumah tetap berjalan dengan baik.

Untuk jenis ventilasinya, Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya Anda menggunakan ventilasi otomatis atau manual seperti jendela.

  • Pilih Ventilasi Berdasarkan Cuaca dan Lokasi

Anda perlu memilih ventilasi berdasarkan pada cuaca dan lokasi rumah. Sayangnya, hal ini kerap disepelekan. Padahal, jika Anda menyesuaikan dengan cuaca dan lokasi, bukan hanya kenyamanan sirkulasi udara tapi juga keamanan bisa diperoleh.

Misalnya Anda tinggal di daerah perkotaan yang rentan banjir, penggunaan ventilasi besar seperti jendela besar sangat tidak menguntungkan. Apalagi Anda menempatkannya dekat dengan bagian dasar rumah.

Kenapa? Karena air bisa masuk kapan saja ke rumah dan Anda harus bekerja lebih keras untuk menghalang air masuk.

Untuk keamanan bisa berkaitan juga aman tidak lokasi rumah Anda. Jika rawan terjadi kejahatan, maka gunakan ventilasi yang dilengkapi dengan railing agar tidak mudah dibobol.

Selain itu, jika Anda tinggal di daerah tropis, akan lebih baik untuk menggunakan ventilasi besar atau ventilasi dalam jumlah banyak. dengan begitu, ruangan dalam rumah akan terasa lebih sejuk.

  • Perhatikan Penempatan ventilasi
5 Trik Desain Rumah Dengan Sirkulasi Udara Yang Baik

5 Trik Desain Rumah Dengan Sirkulasi Udara Yang Baik

Agar ruangan menjadi sejuk, maka Anda harus memperhatikan penempatannya. Anda bisa menempatkan ventilasi secara berseberangan. Dengan begitu, sirkulasi udara bisa masuk dan keluar tanpa ada hambatan.

 

  • Maintenance

 

Jika Anda menggunakan ventilasi otomatis, maka Anda harus memperhatikan tentang perawatannya. Apakah mudah atau tidak apalagi jika Anda hendak merawat ventilasi otomatis sendiri.

Jika susah dirawat, maka Anda harus memikirkan untuk menggunakan jasa profesional. Dengan begitu, ventilasi udara tetap berjalan dengan baik.

Itulah beberapa cara untuk mendapatkan desain rumah dengan sirkulasi udara yang baik. Selain cara tersebut, disesuaikan juga jenis ventilasi dengan budget yang Anda miliki agar budget Anda tidak habis untuk bagian ventilasinya saja. 

Konsep Desain Rumah yang Sederhana Berhalaman Luas

Konsep Desain Rumah yang Sederhana Berhalaman Luas

Desain rumah yang sederhana kini semakin diminati apalagi untuk yang memiliki halaman luas. Agar tampilannya lebih unik dan menarik, ada beberapa konsep yang cocok untuk rumah sederhana Anda.

  • Centralized

Biasanya, pemilik lahan luas cenderung sembarangan saat melakukan eksterior atau interior dalam rumah. Padahal, hal tersebut justru membuat rumah terlihat kurang rapi dan nyaman.

Untuk itu, Anda bisa mencoba konsep centralized. Konsep ini menempatkan 1 titik tertentu sebagai fokus utama. Dengan begitu, dilihat dari luar, rumah terlihat menarik walaupun menggunakan gaya yang sederhana.

  • Rumah Tumbuh

(baca: tips sukses perbaikan rumah)

Rumah tumbuh kini sudah banyak diaplikasikan di hunian yang ada di perumahan. Rumah tumbuh itu sendiri merupakan konsep konstruksi dengan menyisakan ruang. Ruang inilah yang nantinya bisa dibangun atau dirombak sesuai dengan kebutuhan pemilik.

Salah satu keunggulan dari konsep rumah tumbuh ini adalah bisa menghemat budget. Anda hanya perlu membangun bagian rumah yang sekiranya perlu dibangun dan sesuai dengan budget yang dimiliki.

Jika Anda menggunakan konsep rumah tumbuh, maka Anda perlu merancang master plan. Alhasil, Anda tahu ruang atau bagian mana yang nantinya bisa dibangun.

Namun, 1 hal yang harus diperhatikan yaitu konstruksinya. Pilih konstruksi dari bahan yang awet dan kuat. Jika tidak, ketika ANda membangun rumah sederhana di masa depan, Anda perlu mengganti. Bahkan merombak rumah agar sesuai desain rumah yang sederhana.

  • Rumah Sederhana Khas Pedesaan

Rumah sederhana yang seperti rumah kampung bisa lho jadi solusi untuk rumah sederhana berhalaman luas. Ini karena rumah kampung umumnya memiliki tampilan yang sederhana.

Konsep Desain Rumah yang Sederhana Berhalaman Luas

Konsep Desain Rumah yang Sederhana Berhalaman Luas

Anda bisa menggunakan desain rumah seperti rumah di Jawa Barat atau rumah khas desa lainnya. Dengan begitu, rumah Anda terlihat lebih menyatu dengan alam dan halaman luas yang Anda miliki.

  • Rumah 2 Lantai

Jika Anda memiliki banyak anggota keluarga, rumah 2 lantai bisa menjadi pilihan. Anda bisa membangun kamar di lantai 2 dan ruang keluarga, ruang makan, ruang tamu, dapur di lantai bawah.

  • Konsep Mezzanine

Jika Anda ingin rumah dengan 2 lantai tapi terlihat unik, Anda bisa gunakan konsep mezzanine. Konsep ini mengharuskan Anda untuk memiliki rumah yang tinggi, minimal 7 meter.

(baca: desain interior rumah

Jika dari luar, rumah Anda hanya terlihat seperti rumah 1 lantai yang tinggi. Namun, saat masuk, Anda bisa membuat 2-3 lantai. Misalnya lantai paling atas digunakan untuk kamar.

Dengan begitu, Anda tidak hanya mendapatkan rumah yang sederhana tapi juga interior yang luas dan terlihat modern.

Itulah beberapa desain rumah yang sederhana yang bisa menjadi pilihan Anda untuk melengkapi halaman luas Anda. Pilih konsep yang sesuai dengan kebutuhan, kondisi lahan dan budget ya agar tampilan rumah tetap menarik.

Investasi Bagi Milenial: Apartemen atau Rumah Cluster?

Apartemen atau Rumah Cluster

Istilah generasi millennial memang sedang akrab terdengar. Generasi milenial menurut kamus bahasa Indonesia adalah kelompok demografi setelah generasi X. Makin lama kelamaan, harga sebuah rumah atau properti akan menjadi sangat mahal, sehingga akan susah dijangkau harganya bagi orang-orang yang memiliki ekonomi lemah.

Sejatinya generasi millennial sanggup untuk membeli rumah, tapi kadang generasi yang satu ini sering mengangap tidak pentingnya membeli sebuah rumah.  Karena menurut mereka membeli rumah, apapun jenisnya sangatlah rumit mengurusnya.

Selain itu, harga properti yang semakin menjulang tinggi membuat golongan milenial semakin minder dan malas membeli rumah. Namun, jika harus memilih investasi mana yang cocok untuk mereka rumah tapak atau apartemen, inilah jawabannya.

Potensi Memilih Apartemen

Apartemen merupakan sebuah properti berjenis hunian vertical, potensi apartemen sebagai investasi cukup menguntungkan. Untuk itu, sudah mulai banyak masyarakat yang mencoba berinvestasi dengan membeli apartemen. Disamping itu, sudah sangat banyak developer yang membangun beragam apartemen karena kebutuhannya (demand) yang semakin meningkat.

Mungkin banyak yang akan memilih rumah tapak dibandingkan apartemen, termasuk generasi milenial. Namun, mengingat sufat dari generasi milenial adalah praktis dan tidak ingin ribet maka mereka akan lebih memilih apartemen sebagai hunian praktis. Disamping itu, nilai jual apartemen jauh lebih meningkat jika dibandingkan dengan nilai jual rumah tapak atau cluster.

Kelebihan Memilih Rumah Cluster

Banyak sekali kelebihan rumah cluster atau rumah tapak dibandingkan apartemen, jika ingin membicarakan jenis propertinya. Namun, jika untuk membandingkan mana yang akan dipilih oleh generasi milenial perlu ditelaah lebih dalam lagi.

Rumah tapak memiliki kelebihan lebih luas dan lebih leluasa dalam menata interior ketimbang apartemen. Keterbatasan lahan pada apartemen membuatnya terkesan sempit. Untuk itu, bagi orang-orang yang lebih ingin berinvestasi pada kehidupannya dan keluarga sudah pasti akan memilih rumah tapak sebagai rumah pilihan untuk kehidupannya seterusnya.

Jadi, apakah keduanya merupakan investasi yang tepat? Jawabannya adalah ya. Namun, pertimbangan memilih antara apartemen atau rumah cluster kembali lagi ke karakter dan kebutuhan serta anggaran dari para investor muda.